- Bayam
- Agar lebih efektif dalam membudidayakan bayam tentu dapat melakukan proses penyemaian dahulu. Perlu diperhatikan juga tanaman bayam membutuhkan sinar matahari cuku dengan suhu 15-25 derajat celsius serta kelembapan sedang. Pada musim penghujan pertumbuhan bayam tentu tidak baik sebab daun bayam akan mudah rusak bila terkena hujan secara terus meneruss.
Menyiapkan Benih Bayam
Dalam menyiapkan benih terlebih dahulu dilakukan dengan proses penyiangan, dengan memperbanyak jumlah benih yang akan ditanam. Unutk benih dapat diambil pada baya yang sudah berumur kisaran 3 bulan lebih. Bila mengambil benih pada masa kurang dari 3 bulan maka perkembangannya akan rendah. Unutk menanam pada 1 hektar lahan dibutuhkan lebih dari 5 kg benih tergantung pada cara penyebaran benihnya.
Mengolah Lahan Tanam Bayam
Supaya dapat menghasilkan tanaman bayam yang baik, maka perlu adanya pngolahan lahan terlebih dahulu. Dimana pengolahan lahan dapat dilakuakan dengan menghaluskan dan membuat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 30 cm dan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan yang ada. Serta jarak antara bedengan sekitar 30 cm dengan membujur dari arah timur kebarat agar memperoleh cahaya matahari penuh.
Setelah pembuatan bedengan telah siap taburkan kapur dolomit agar pH tanah kurang dari 6. Larena tanaman bayam sangat sensitif dengan kesaman tanah. Setelah itu sebar pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai dasar pupuk tanaman dengan 1 hektar 10 ton.
Penebaran Benih Bayam
Dalam menebarkan benih bayam yang memiliki ukuran kecil dengan cara menebar menggunakan saringan atau tangan tergantung kondisi. Diusahakan dalam penebaran benih agar dilakukan dengan baik dengan mencampur benih dengan tanah atau kompos kemudian barulah disebar kebedengan.
Perawatan Budidaya Tanaman Bayam
Setiap membudidayakan tanaman tentu hal yang paling penting agar mendapatkan hasil yang maksimal adalah dalam perawatan dan pengaturan pengairan. Pada saat penebaran benih perlu dilakukan secara optimal, bila musim kemarau maka lakukan penyiraman 2 kali dalam sehari agar menjaga kelembapan pada tanah.
Bila benih sudah tumbuh tunas lakukan penyiangan pada sekitaran tanaman bayam, yang bertujuan agar nutrisi yang ada tidak terserap oleh gulma. Selain itu perlu juga adanya tindakan pencegahan terhadap hama seperti ular daun, karat putih busuk basah dan kutu daun. Hal ini dapat ditangani dengan menjaga kesehatan pada tanaman secara teratur.
Apabila hama belum dapat teratasi maka gunakan pestisida hayati yang mencegah timbulnya jamur serta memperkebal terhadap hama. Setelah 2 minggu daun bayam terlihar menguning maka lakukan pemupukkan dengan menambah pupuk kompos atau pupuk kandang.
Panen dan Pasca Panen Bayam
Setelah umur 20 hari maka bayam dapat dipanen dengan ketinggian 20 cm, biasanya per hektarnya dapat menghasilkan sampai 20 ton untuk bayam cabut. Sedangkan pada jenis bayam potong dapat dipanen pada umur 1 bulan dengan pemanenan 1 minggi sekali. Sebelum dikirim ke konsumen agar bayam yang sudah dipanen dibersihkan dan disortir sesuai dengan kebutuhan. Agar tidak mudah layu simpan hasil panen pada tempat yang teduh.
Menanam bayam secara hidroponik merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan, khusus nya bagi anda yang memiliki pekarangan yang sempit. Jika sebelum nya kita telah membahas cara menanam kangkung hidroponik, yang pada dasarnya langkah-langkah menanam semua jenis tanaman hidroponik prosesnya hampir sama, namun ada beberapa proses utama yang harus dilakukan agar proses penanaman bisa maksimal.
Ada lima tahapan yang harus dilalui mulai dari proses penyemaian, persiapan media, pindah tanam, pemeliharaan, hingga panen. Dan ke-lima proses tersebutlah yang juga harus Anda lakukan untuk menanam bayam secara hidroponik agar tanaman yang dihasilkan nanti bisa tumbuh dengan maksimal.
Cara Menanam Bayam Hidroponik
Sebelum memulai menanam bayam hidroponik ada beberapa peralatan yang harus Anda persiapkan agar proses penanaman bisa berjalan lancar. Beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menanam bayam secara hidroponik adalah sebagai berikut:
Alat dan Bahan :
• Benih biji bayam
• Nutrisi Hidroponik AB Mix Sayuran
• Media tanam hidroponik rockwool
• Net pot atau gelas plastik bekas
• Sumbu kompor atau kain flanel
• Kotak Sterofoam
• Baki wadah atau nampan
Langkah Pertama : Penyemaian Benih Bayam
Pertama-tama yang harus kita lakukan untuk menanam bayam hidroponik adalah menyemai benih bayam. Benih bisa di dapatkan dari biji bayam yang telah tua atau membeli nya di toko pertanian, berikut cara penyemaian benih biji bayam.
• Rendam benih biji bayam ke dalam air hangat selama kurang lebih 1 jam, tujuannya agar kulit benih menjadi lunak.
• Siapkan media tanam hidroponik dapat menggunakan rockwool, kemudian potong rockwool berbentuk dadu berukuran sekitar 2 cm x 2 cm dan disusun di dalam sebuah nampan.
• Kemudian potongan rockwool tadi dibuat lubang menggunakan lidi untuk memasukan benih bayam. Ukuran lubang bisa disesuaikan dengan ukuran benih bayam yang akan disemai. Lalu masukkan benih yang telah direndam tadi ke dalam lubang rockwool, masing-masing lubang 1 benih bayam.
• Setelah semua benih di masukan dalam rockwol, anda bisa menyiram semua rockwool dengan air bersih. Usahakan penyiraman ini dilakukan secara perlahan agar air dapat membasahi rockwool secara merata, namun jangan sampai ada genangan air di dalam nampan tersebut.
• Selanjutnya simpan nampan tersebut di tempat yang teduh dan kering, lalu tutup nampan menggunakan plastik agar proses penyemaian cepat berlangsung. Diamkan selama 2-3 hari, setelah benih berkecambah atau minimal muncul 2 daun, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Sebaiknya sinar matahari pagi pada pukul 06.00 hingga pukul 10.00.
• Rawatlah tanaman hidroponik bayam secara rutin dengan memeriksa kelembaban air di rockwool tersebut agar benih bayam tidak mengalami kekeringan dan pertumbuhannya tidak terhambat.
Langkah Kedua : Persiapan Media
Pada tahap ini kita harus mempersiapan media atau alat yang akan digunakan untuk keperluan menanam bayam hidroponik. Teknik yang kita gunakan dalam pembahasan kali ini adalah menggunakan sistem wick yaitu sistem penanaman hidroponik menggunakan sumbu sebagai penyalur nutrisi ke tanaman. Berikut langkah yang perlu Anda lakukan:
• Persiapkan box sterofoam atau box air dengan tinggi minimal 30 cm.
• Buatlah sebuah tutup box menggunakan sterofoam tipis atau sterofoam lembaran dengan ukuran panjang dan lebar yang disesuaikan dengan box utama tadi. Setelah itu, buatlah lubang pada tutup sterofoam tersebut dengan diameter sekitar 5 cm. dan usahakan agar jarak setiap lubang minimal berjarak 10 cm.
• Setelah box air dan tutupnya telah siap, Anda bisa melanjutkannya dengan mengisi box dengan cairan nutrisi. Untuk cairan nutrisi, Anda bisa menggunakan nutrisi AB Mix sayuran yang khusus dibuat untuk tanaman hidroponik sayur.
• Buatlah cairan nutrisi dengan mencampur Mix A dan Mix B masing-masing sebanyak 5 ml bersama air bersih sebanyak 1 liter. Jika Anda membutuhkan cairan nutrisi yang lebih banyak, maka Anda bisa menambah jumlah bahan dengan mengalilipatkan setiap bahannya dengan perbandingan air, mix A, mix B = 1 : 5 : 5. Aduk semua bahan sampai benar-benar tercampur rata.
Langkah Ketiga : Penanaman Bayam Hidroponik
Setelah media yang kita buat tadi telah selesai, maka selanjutnya yang harus anda lakukan adalah penanaman bibit bayam hidroponk, berikut cara nya.
• Buatlah lubang pada media net pot atau gelas plastik untuk memberi tempat pada sumbu atau kain flanel. Kain flanel berfungsi sebagai perantara antara tanaman yang berada pada gelas plastik dengan nutrisi pada air dalam box sterofoam.
• Pindahkan setiap bibit bayam yang setidaknya memiliki 4 daun ke dalam net pot atau gelas plastik bekas yang telah kita persiapkan sebelumnya.
• Setelah semua net pot terisi tanaman bayam, Anda bisa memindahkannya dan memasukkannya ke dalam lubang penutup sterofoam tadi dengan posisi bibit yang lebih tinggi dari penutup.
• Siram setiap bibit dengan air secukupnya.
• Letakkan box air berisi bibit bayam ini secara teratur di pekarangan rumah Anda. dan usahakan agar setiap bibit tanaman bayam hidroponik terkena sinar matahari.
Langkah Keempat : Pemeliharaan Bibit Bayam Hidroponik
Pada tahap ini kita harus rutin memeriksa keadaan tanaman bayam agar terhindar dari gulma dan hama penyakit. Untuk pemeliharaan dan perawatan bayam hidroponik, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini :
Penyiraman
Lakukan penyiraman secara rutin namun tidak sampai membuat genangan air pada media tanaman. Yang terpenting adalah menjaga tanaman agar tidak sampai kekeringan.
Penyiangan
Penyiangan yaitu melakukan perawatan tanaman dengan membersihkan langsung gulma ataupun rumput liar yang ada di sekitar tanaman. Lakukan penyiangan agar tidak memicu datangnya hama dan penyakit.
Langkah Kelima : Pemanenan Bayam Hidroponik
Setelah melewati langkah-langkah diatas kini tiba saat nya anda menikmati hasil dari tanaman bayam hidroponik yaitu tahap pemanenan, cara memanen bisa dilakukan dengan mencabut secara langsung bayam dengan perlahan dan hati-hati agar tidak merusak bayam. Pada umumnya tanaman bayam sudah bisa dipanen ketika usia bayam telah memasuki usia 25 hari setelah penanaman.
Itulah lima langkah mudah menanam bayam secara hidroponik yang bisa Anda terapkan di rumah walau dengan lahan sempit. Selain bayam, Anda juga bisa menanam sayuran lain yang tak kalah bermanfaatnya dengan cara di atas atau mencoba cara menanam sayuran dan buah hidroponik dengan menggunakan metode-metode hidroponik lainnya. Untuk itu, jangan ragu untuk berkreasi. Selamat mencoba dan semoga berhasil.