Budidaya Bayam

  1. Bayam
  1. Agar lebih efektif dalam membudidayakan bayam tentu dapat melakukan proses penyemaian dahulu. Perlu diperhatikan juga tanaman bayam membutuhkan sinar matahari cuku dengan suhu 15-25 derajat celsius serta kelembapan sedang. Pada musim penghujan pertumbuhan bayam tentu tidak baik sebab daun bayam akan mudah rusak bila terkena hujan secara terus meneruss.
    Menyiapkan Benih Bayam

Dalam menyiapkan benih terlebih dahulu dilakukan dengan proses penyiangan, dengan memperbanyak jumlah benih yang akan ditanam. Unutk benih dapat diambil pada baya yang sudah berumur kisaran 3 bulan lebih. Bila mengambil benih pada masa kurang dari 3 bulan maka perkembangannya akan rendah. Unutk menanam pada 1 hektar lahan dibutuhkan lebih dari 5 kg benih tergantung pada cara penyebaran benihnya.
Mengolah Lahan Tanam Bayam

Supaya dapat menghasilkan tanaman bayam yang baik, maka perlu adanya pngolahan lahan terlebih dahulu. Dimana pengolahan lahan dapat dilakuakan dengan menghaluskan dan membuat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 30 cm dan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan yang ada. Serta jarak antara bedengan sekitar 30 cm dengan membujur dari arah timur kebarat agar memperoleh cahaya matahari penuh.
Setelah pembuatan bedengan telah siap taburkan kapur dolomit agar pH tanah kurang dari 6. Larena tanaman bayam sangat sensitif dengan kesaman tanah. Setelah itu sebar pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai dasar pupuk tanaman dengan 1 hektar 10 ton.
Penebaran Benih Bayam
Dalam menebarkan benih bayam yang memiliki ukuran kecil dengan cara menebar menggunakan saringan atau tangan tergantung kondisi. Diusahakan dalam penebaran benih agar dilakukan dengan baik dengan mencampur benih dengan tanah atau kompos kemudian barulah disebar kebedengan.
Perawatan Budidaya Tanaman Bayam
Setiap membudidayakan tanaman tentu hal yang paling penting agar mendapatkan hasil yang maksimal adalah dalam perawatan dan pengaturan pengairan. Pada saat penebaran benih perlu dilakukan secara optimal, bila musim kemarau maka lakukan penyiraman 2 kali dalam sehari agar menjaga kelembapan pada tanah.
Bila benih sudah tumbuh tunas lakukan penyiangan pada sekitaran tanaman bayam, yang bertujuan agar nutrisi yang ada tidak terserap oleh gulma. Selain itu perlu juga adanya tindakan pencegahan terhadap hama seperti ular daun, karat putih busuk basah dan kutu daun. Hal ini dapat ditangani dengan menjaga kesehatan pada tanaman secara teratur.
Apabila hama belum dapat teratasi maka gunakan pestisida hayati yang mencegah timbulnya jamur serta memperkebal terhadap hama. Setelah 2 minggu daun bayam terlihar menguning maka lakukan pemupukkan dengan menambah pupuk kompos atau pupuk kandang.
Panen dan Pasca Panen Bayam

Setelah umur 20 hari maka bayam dapat dipanen dengan ketinggian 20 cm, biasanya per hektarnya dapat menghasilkan sampai 20 ton untuk bayam cabut. Sedangkan pada jenis bayam potong dapat dipanen pada umur 1 bulan dengan pemanenan 1 minggi sekali. Sebelum dikirim ke konsumen agar bayam yang sudah dipanen dibersihkan dan disortir sesuai dengan kebutuhan. Agar tidak mudah layu simpan hasil panen pada tempat yang teduh.

Menanam bayam secara hidroponik merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan, khusus nya bagi anda yang memiliki pekarangan yang sempit. Jika sebelum nya kita telah membahas cara menanam kangkung hidroponik, yang pada dasarnya langkah-langkah menanam semua jenis tanaman hidroponik prosesnya hampir sama, namun ada beberapa proses utama yang harus dilakukan agar proses penanaman bisa maksimal.
Ada lima tahapan yang harus dilalui mulai dari proses penyemaian, persiapan media, pindah tanam, pemeliharaan, hingga panen. Dan ke-lima proses tersebutlah yang juga harus Anda lakukan untuk menanam bayam secara hidroponik agar tanaman yang dihasilkan nanti bisa tumbuh dengan maksimal.
Cara Menanam Bayam Hidroponik
Sebelum memulai menanam bayam hidroponik ada beberapa peralatan yang harus Anda persiapkan agar proses penanaman bisa berjalan lancar. Beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menanam bayam secara hidroponik adalah sebagai berikut:
Alat dan Bahan :
• Benih biji bayam
• Nutrisi Hidroponik AB Mix Sayuran
• Media tanam hidroponik rockwool
• Net pot atau gelas plastik bekas
• Sumbu kompor atau kain flanel
• Kotak Sterofoam
• Baki wadah atau nampan
Langkah Pertama : Penyemaian Benih Bayam

Pertama-tama yang harus kita lakukan untuk menanam bayam hidroponik adalah menyemai benih bayam. Benih bisa di dapatkan dari biji bayam yang telah tua atau membeli nya di toko pertanian, berikut cara penyemaian benih biji bayam.
• Rendam benih biji bayam ke dalam air hangat selama kurang lebih 1 jam, tujuannya agar kulit benih menjadi lunak.
• Siapkan media tanam hidroponik dapat menggunakan rockwool, kemudian potong rockwool berbentuk dadu berukuran sekitar 2 cm x 2 cm dan disusun di dalam sebuah nampan.
• Kemudian potongan rockwool tadi dibuat lubang menggunakan lidi untuk memasukan benih bayam. Ukuran lubang bisa disesuaikan dengan ukuran benih bayam yang akan disemai. Lalu masukkan benih yang telah direndam tadi ke dalam lubang rockwool, masing-masing lubang 1 benih bayam.
• Setelah semua benih di masukan dalam rockwol, anda bisa menyiram semua rockwool dengan air bersih. Usahakan penyiraman ini dilakukan secara perlahan agar air dapat membasahi rockwool secara merata, namun jangan sampai ada genangan air di dalam nampan tersebut.
• Selanjutnya simpan nampan tersebut di tempat yang teduh dan kering, lalu tutup nampan menggunakan plastik agar proses penyemaian cepat berlangsung. Diamkan selama 2-3 hari, setelah benih berkecambah atau minimal muncul 2 daun, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Sebaiknya sinar matahari pagi pada pukul 06.00 hingga pukul 10.00.
• Rawatlah tanaman hidroponik bayam secara rutin dengan memeriksa kelembaban air di rockwool tersebut agar benih bayam tidak mengalami kekeringan dan pertumbuhannya tidak terhambat.
Langkah Kedua : Persiapan Media

Pada tahap ini kita harus mempersiapan media atau alat yang akan digunakan untuk keperluan menanam bayam hidroponik. Teknik yang kita gunakan dalam pembahasan kali ini adalah menggunakan sistem wick yaitu sistem penanaman hidroponik menggunakan sumbu sebagai penyalur nutrisi ke tanaman. Berikut langkah yang perlu Anda lakukan:
• Persiapkan box sterofoam atau box air dengan tinggi minimal 30 cm.
• Buatlah sebuah tutup box menggunakan sterofoam tipis atau sterofoam lembaran dengan ukuran panjang dan lebar yang disesuaikan dengan box utama tadi. Setelah itu, buatlah lubang pada tutup sterofoam tersebut dengan diameter sekitar 5 cm. dan usahakan agar jarak setiap lubang minimal berjarak 10 cm.
• Setelah box air dan tutupnya telah siap, Anda bisa melanjutkannya dengan mengisi box dengan cairan nutrisi. Untuk cairan nutrisi, Anda bisa menggunakan nutrisi AB Mix sayuran yang khusus dibuat untuk tanaman hidroponik sayur.
• Buatlah cairan nutrisi dengan mencampur Mix A dan Mix B masing-masing sebanyak 5 ml bersama air bersih sebanyak 1 liter. Jika Anda membutuhkan cairan nutrisi yang lebih banyak, maka Anda bisa menambah jumlah bahan dengan mengalilipatkan setiap bahannya dengan perbandingan air, mix A, mix B = 1 : 5 : 5. Aduk semua bahan sampai benar-benar tercampur rata.
Langkah Ketiga : Penanaman Bayam Hidroponik

Setelah media yang kita buat tadi telah selesai, maka selanjutnya yang harus anda lakukan adalah penanaman bibit bayam hidroponk, berikut cara nya.
• Buatlah lubang pada media net pot atau gelas plastik untuk memberi tempat pada sumbu atau kain flanel. Kain flanel berfungsi sebagai perantara antara tanaman yang berada pada gelas plastik dengan nutrisi pada air dalam box sterofoam.
• Pindahkan setiap bibit bayam yang setidaknya memiliki 4 daun ke dalam net pot atau gelas plastik bekas yang telah kita persiapkan sebelumnya.
• Setelah semua net pot terisi tanaman bayam, Anda bisa memindahkannya dan memasukkannya ke dalam lubang penutup sterofoam tadi dengan posisi bibit yang lebih tinggi dari penutup.
• Siram setiap bibit dengan air secukupnya.
• Letakkan box air berisi bibit bayam ini secara teratur di pekarangan rumah Anda. dan usahakan agar setiap bibit tanaman bayam hidroponik terkena sinar matahari.
Langkah Keempat : Pemeliharaan Bibit Bayam Hidroponik

Pada tahap ini kita harus rutin memeriksa keadaan tanaman bayam agar terhindar dari gulma dan hama penyakit. Untuk pemeliharaan dan perawatan bayam hidroponik, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini :
Penyiraman
Lakukan penyiraman secara rutin namun tidak sampai membuat genangan air pada media tanaman. Yang terpenting adalah menjaga tanaman agar tidak sampai kekeringan.
Penyiangan
Penyiangan yaitu melakukan perawatan tanaman dengan membersihkan langsung gulma ataupun rumput liar yang ada di sekitar tanaman. Lakukan penyiangan agar tidak memicu datangnya hama dan penyakit.
Langkah Kelima : Pemanenan Bayam Hidroponik
Setelah melewati langkah-langkah diatas kini tiba saat nya anda menikmati hasil dari tanaman bayam hidroponik yaitu tahap pemanenan, cara memanen bisa dilakukan dengan mencabut secara langsung bayam dengan perlahan dan hati-hati agar tidak merusak bayam. Pada umumnya tanaman bayam sudah bisa dipanen ketika usia bayam telah memasuki usia 25 hari setelah penanaman.

Itulah lima langkah mudah menanam bayam secara hidroponik yang bisa Anda terapkan di rumah walau dengan lahan sempit. Selain bayam, Anda juga bisa menanam sayuran lain yang tak kalah bermanfaatnya dengan cara di atas atau mencoba cara menanam sayuran dan buah hidroponik dengan menggunakan metode-metode hidroponik lainnya. Untuk itu, jangan ragu untuk berkreasi. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Budidaya Sawi

  1. Sawi
  1. Cara bertanam sawi
    sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman. Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan.

Pembenihan
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.

Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan.
Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan. Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung. Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk kandang fermentasi 3 – 5 ton/ha. Pupuk kandang fermentasi diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan. Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2). Setelah olah tanah selesai, lakukan penyemprotan larutanPOC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air & WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air scr merata di permukaan lahan.

Pembibitan
Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman.
Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm. Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram KCl. Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer. 3 – 5 hari benih akan tumbuh semprot dengan larutan POC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air, & WT Zpt dosis 2 ml/lt air scr periodik 3 – 5 hr sekali. Setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.

Penanaman
Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah.
Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 3 – 5 ton/ha, TSP 40 kg/ha, Kcl 15 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm. Semprot dengan larutan POC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air

Pemeliharaan
Yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari. Penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru. Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan. Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 20 kg/ha. Penyemprotan dengan larutan POC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Gliodosis 10 ml/lt air scr periodik 1 minggu sekali sampai masa panen.

Langkah-langkah penanaman secara hidroponik adalah sebagai berikut :
• Siapkan wadah persemaian
• Masukkan media berupa pasir halus yang disterilkan setebal 3 – 4 cm. Taburkan benih sawi di atasnya selanjutnya tutupi kembali dengan lapisan pasir setebal 0,5 cm.
• Setelah bibit tumbuh dan berdaun 3 – 5 helai (umur 3 – 4 minggu0, bibit dicabut dengan hati-hati, selanjutnya bagian akarnya dicuci dengan air hingga bersih, akar yang terlalu panjang dapat digunting.
• Bak penanaman diisi bagian bawahnya dengan kerikil steril setebal 7 – 10 cm, selanjutnya di sebelah atas ditambahkan lapisan pasir kasar yang juga sudah steril setebal 20 cm.
• Buat lubang penanaman dengan jarak sekitar 25 x 25 cm, masukkan bibit ke lubang tersebut, tutupi bagian akar bibit dengan media hingga melewati leher akar, usahakan posisi bibit tegak lurus dengan media.
• Berikan larutan hidroponik lewat penyiraman, dapat pula pemberian dilakukan dengan sistem drip irigation atau sistem lainnya, tanaman baru selanjutnya dipelihara hingga tumbuh besar.

Budidaya Kangkung Darat

  1. kangkung darat
    menyiapkan benih untuk budidaya kangkung
    Untuk mendapatkan tanaman yang baik, tentunya harus dilakukan pemilihan benih yang baik pula. Terdapat beberapa benih unggul kangkung yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera merupakan benih yang diintroduksi dari kangkung Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980-an. Namun yang banyak beredar saat ini adalah kangkung keluaran Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur seperti Sidoarjo. Agak sulit untuk menelusuri varietas-varietas kangkung yang beredar dipasaran.
    Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Karena kangung darat yang tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar. Usahakan jangan menggunakan benih yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Karena produktivitasnya akan menurun.
    Pengolahan lahan dan pemupukan dasar
    Pada budidaya kangkung darat tanah harus diolah dengan dicangkul agar gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar bedengan 30-40 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan.
    Untuk budidaya kangkung organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, bisa menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos. Pupuk kandang lebih praktis karena tidak perlu menyiapkannya secara intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos relatif lebih lama. Apabila menggunakan pupuk kandang, lebih baik pilih kotoran ayam dibanding kotoran kambing atau sapi. Karena kotoran ayam lebih cepat terurai, sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang bersiklus panen cepat. Tebarkan pupuk tersebut di atas bedengan, kira-kira 10 ton per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.
    Penanaman dengan cara ditebar
    Penanaman pada budidaya kangkung darat dapat ditebar langsung atau ditugal. Sementara itu, cara disemaikan dan lalu dipindah tidak terlalu ekonomis untuk budidaya kangkung darat. Cara ditebar langsung dilakukan dengan menebarkan benih di atas bedengan. Cara ini cukup cepat dan cocok dilakukan ditempat yang kurang orang atau ongkos tenaga kerja mahal. Kelemahan cara ini adalah boros pada penggunaan benih, karena bisa menghabiskan 5-10 kilogram benih per hektar. Cara ini memerlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar merata. Hanya saja sulit untuk mendapatkan kepadatan populasi tanaman yang ideal. Dimana kepadatan ideal bagi tanaman kangkung adalah 50.000 pohon per hektar.
    Cara yang kedua yaitu, dengan ditugal. Enaknya dengan cara ini kita bisa mengatur jarak tanam sehingga bisa didapatkan kerapatan populasi tanaman yang ideal. Jarak antara lubang tugal adalah 10 x 5 cm, setiap lubang diisi 2-3 biji benih. Hanya saja dengan cara ini dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja karena pekerjaannya akan lebih lama. Penugalan tidak perlu terlalu dalam, karena budidaya kangkung darat tidak memerlukan perakaran yang terlalu kuat.
    Pemeliharaan dan pemupukan lanjutan
    Dalam budidaya kangkung darat tidak diperlukan pupuk yang intensif. Kangkung darat merupakan tanaman yang tahan pada kondisi kesuburan tanah sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk memberikan nutrisi pada tanaman hingga siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada kondisi kesuburan tanah masing-masing. Tanah yang sebelumnya bekas ditanami tumbuhan kacang-kacangan relatif tidak memerlukan pupuk tambahan cukup dengan pupuk organik dasar yang telah diberikan diawal.
    Hanya saja apabila tanaman terlihat kurang subur yang ditandai dengan warna hijau yang pudar perlu dilakukan pemupukan tambahan. Kangkung darat sangat responsif terhadap nitrogen. Apabila diperlukan bisa diberikan pupuk organik kaya akan nitrogen seperti kotoran ayam yang telah matang bercampur sekam atau kompos yang kaya nitrogen.
    Pemeliharaan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah penyiraman. Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Namun apabila curah hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan akan jelek. Pada musim kering perlu penyiraman yang rutin, setiap pagi dan sore hari. Jika tanaman terlihat layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan intensitas yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari terik bisa membuat tanaman mati.
    Hal selanjutnya adalah penyiangan, walaupun kangkung merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda kalah bersaing dengan rumput. Terutama saat penebaran benih awal, pertumbuhan dari benih menjadi tanaman relatif agak lama sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Apabila terjadi hal seperti ini, gulma tersebut harus cepat disingkirkan dengan dicabut.
    Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain belalang, ulat grayak (Spodotera Litura) dan kutu daun dari (jenis Myzus Persicae dan Aphyds Gossypii). Gejala serangan ulat grayak adalah daun bolong-bolong dan pinggiran dau bergerigi bekas gigitan. Sedangkan kutu daun membuat tanaman kerdil dan dau melengkung. Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman.
    Sementara itu penyakit yang biasanya menyerang adalah penyakit karat putih (Albigo Ipomoeae Panduratae). Bila terserang penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun kemudian akan semakin meluas. Dalam budidaya kangkung darat organik, penanganan hama harus dilakukan secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melakukan penyiraman yang tepat. Atau bila terpaksa bisa menggunakan pestisida hayati seperti daun nimba, gadung, dan sereh wangi.
    Panen dan pemasaran
    Budidaya kangkung darat dari awal sebar hingga panen memakan waktu 30-45 hari. Pemanenan bisa dilakukan dengan dua cara dipotong dan dicabut. Khusus untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan dicabut. Karena selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar moderen, lebih memilih tanaman kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara dicabut akan menghasilkan tanaman kangkung sebanyak 23 ton per hektar.
    Cara Menanam Kangkung Secara Hidroponikuntuk
    Alat dan Bahan
    • Benih kangkung dapat diperoleh di toko pertanian terdekat.
    • Besek plastik yang terdapat lubang kecil di sisi permukaan dengan ukuran yang cukup besar.
    • Baskom
    Penyemaian Benih Kangkung
    Hal pertama yang harus dilakukan adalah siapkan baskom yang berisi air bersih sedikit saja. Lebih lanjut, taruhlah benih kangkung ke baskom berisi air dan tutup baskom tersebut menggunakan plastik hitam dalam kurun waktu sehari. Lalu, letakkan di pekarangan rumah agar terkena sinar matahari.

Saat benih kangkung sudah berkecambah, benih tersebut siap untuk ditanam.
Cara menanam kangkung hidroponik

  1. Benih yang sudah berkecambah dapat dipindahkan ke dalam besek plastik yang sudah disiapkan.
  2. Tambahkan nutrisi, seperti air, nutrisi A B mix sesuai dengan takarannya ke dalam baskom. Nutrisi tanaman hidroponik juga bisa menggunakan dari bahan nasi basi, kotoran kambing, ayam, dan sebagainya atau bisa membuat nutrisi hidroponik alami sendiri.
  3. Taruhlah besek tersebut di atas baskom yang berisi nutrisi hidroponik
  4. Letakkan benih kangkung di tempat yang terkena paparan sinar matahari

Cara merawat kangkung hidroponik
Pada tahap perawatan, ha yang harus diperhatikan adalah kebutuhan nutrisi kangkung hidroponik. Ketika memasuki umur 2 minggu, tingkatkan konsentrasi larutan nutrisinya. Meningkatkan takaran pupuk 5 ml per 1 liter air, tingkatkan menjadi 7 sampai 9 ml per liter.

Menginjak umur 4 sampai 6 minggu, kangkung pun bisa dipanen. Kangkung siap untuk di olah dan dinikmati maupun dijual sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
Kangkung memang menjadi salah satu tanaman sayuran hidroponik yang populer. Karena mudah ditanam kangkung ini sangat cocok bagi anda yang ingin memulai belajar menanam secara hidroponik

Budidaya Mentimun

  1. Mentimun
  1. Mempersiapkan Benih Tanaman
    Tahap awal dalam budidaya yang paling penting ialah menyiapkan benih. Karena bagaimanapun juga kualitas tanaman akan bergantung dari benih yang di tanam. Jika benih yang digunakan merupakan benih unggul maka hasil panen yang diberikan juga pasti akan optimal dan melimpah. Karenanya dalam budidaya timun jepun ini beberapa hal dalam pemilihan bibit perlu anda perhatikan.
    • Pertama belilah benih dari seller yang terpercaya.
    • Jikapun harus membeli secara online sebaiknya perhatikan dengan baik review produk.
    • Jangan sampai kemudian anda tertipu oleh para seller online yang nakal.
    • Tanyakan secara detail mengenai informasi produk.
    • Terutama mengenai tanggal kadaluwarsa benih, produktivitas serta daya persentase perkecambahan.
    • Simpan benih ditempat yang sejuk, dan tidak terpapar cahaya matahari langsung.
    • Selebum disemai sebaiknya rendam benih menggunakan air hangat kuku selama 15 menit, hal ini untuk merangsang perkecambahan serta melunakkan kulit benih yang keras.
  2. Membuat Persemaian
    Tahap kedua yang perlu dilakukan dalam cara menanam timun jepun secara konvensional ialah membuat persemaian sekaligus menyemai benih sebagaimana. Penyemaian ini dimaksudkan agar tanaman dapat beradaptasi dengan baik saat dipindahkan ke lapangan.
    Serta pertumbuhan tanaman akan menjadi serentak dan juga panen dapat dilakukan serempak. Langkah menyemai benih timun jepun dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
    • Siapkan benih tanam yang akam disemai dan yang telah diberi perlakuan perendaman air panas.
    • Seteleh itu, siapkan mediantanam tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 7:3. Yakni 7 bagian tanam dan 3 bagian kompos atau pupuk kandang.
    • Campur media tanam hingga merata, kemudian masukkan media tanam kedalam plastik polibag transparan.
    • Jangan lupa melubangi bagian dasar plastik polibag.
    • Seteleh itu, isikan media tanam kedalam plastik polibag hingga terisi penuh dan padat.
    • Pilih lokasi persemaian yang teduh dan ternaungi namun, tetap mendapatkam intensitas cahaya matahari 50%.
    • Buat lubang tanam dengan kedalaman 0,5-1cm pada setiap lubang tanam.
    • Kemudian masukkan benih ke setiap lubang tanam.
    • Tutup kembali lubang tanam hingga benih tida nampak dipermukaan tanah.
    • Selanjutnya tutup permukaan persemaian menggunakan daun atau penutup.
    • Setelah 3-4 hari buka penutup, dan benih akan mulai berkecambah.
    • Lakukan perawatan dan pemeliharaan hingga tanaman dapat dipindahkan ke lahan tanam.
  3. Menyiapkan Lahan Tanam

Sambil menunggu bibit siap dipindahkan kelahan tanam, maka sebaiknya persiapkan lahan atau lokasi tanam. Langkah-langkah dan caranya dapat dilakukan sebagaimana dibawah ini :
• Gemburkan lahan tanam dengan cara mencangkul tanah dengan kedalaman 25-30 cm.
• Kemudian buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang disesuaikan dengan luas lahan.
• Secara ideal biasanya panjang bedengan mencapai 3 meter dengan tinggi bedengan dari permukaan tanah ialah 20-25 cm pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan tinggi bedengan dibuat 35-40cm.
• Taburkan pupuk kandang sebanyak 10-20 kg tergantung ukuran bedengan.
• Setelah itu tutup bedengan menggunakan plastik mulsa hingga seluruh permukaan tertutup rata.
• Lubangi plastik mulsa dengan jarak tanam 25-30 cm per tanaman.
• Buat lubang tanam dengan kedalaman 20-25 cm.
• Kemudian masukkan 0,5-1 kg pupuk kandang dalam lubang tanam yang telah dibuat.
• Biarkan hingga masa tanam tiba.

  1. Penanaman Timun Jepun

Setelah bibit berumur 10-14 hari setelah tanam atau telah memiliki 2 helai daun sejati maka dapat langsung dipindahkan ke lahan. Penanaman dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
• Pilih bibit timun jepang yang sehat, memiliki pertumbuhan yang optimal serta tidak terpapar serangan hama dan penyakit.
• Lakukan penanaman pada pagi hari atau sore hari, agar tanaman dapat langsung beradaptasi dengan lingkungan.
• Buka plastik polibag dengan hati-hati, agar tidak merusak akar.
• Kemudian masukkan binit kedalam lubang tanam.
• Tutup kembali lubang tanam dan padatkam tanah disekitar lubang tanam.
• Pastikan tanaman dalam posisi tegak lurus, opsional anda dapat menaburkan Furadan 3G pada daerah sekitar lubang tanam.
• Setelah itu siram binit menggunakan air secukupnya.
• Agar pertumbuhan tanaman optimal maka lakukan pemeliharaan dan perawatan yang akan dijelaskan pada poin selanjutnya.

  1. Perawatan dan Pemeliharaan

• Pemasangan Ajir
Timun Jepun juga memiliki karakteristik sebagaimana tanaman labu-labuan yang lain. Yakni memiliki batang yang merambat oleh sebab lakukan pemasangan ajir sejak tanaman berumur 1 minggu setelah tanam. Pemasangan ajir atau lanjaran sama seperti pada cara menaman timun hibrida. Yaitu dengan menancapkan bambu pada bagian sisi tanaman, kemudian ditali benang dari ujung ke ujung. Sehingga cabang akan merambat mengikuti tali pada ajir.

• Pengairan
Pengairan atau penyiraman dilakukan dengan cara menyiramkan air bersih ke tanaman. Penyiraman dilakukan setiap dua hari sekali pada minggu pertama setelah tanamn di tanam. Pada minggu kedua penyiraman dilakukan setiap 4-6 hari sekali.
Untuk minggu selanjutnya dapat dilakukan setiap satu minggu sekali atau juha disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kondisi tanaman. Yang terpenting jangan sampai tanaman mengalami kekeringan sehingga menyebabkan dehidrasi dan pertumbuhan terganggu.
• Pemupukan
Pemupukan lanjutan dilakukan pada saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam. Gunakan pupuk Urea, ZA, SP-36 dan KNO3 dengan dosis masing-masing 3 gram pertanaman. Pemupukan dapat diberikan secara utuh dengan jarak 7 cm dari akar tanaman atau di kocorkan pada media tanah.
Lakukan pemberian pupuk secara rutin setiap satu minggu sekali dengan dosis yang meningkat bertahap seiring dengan pertumbuhan tanaman. Berikan juga selingan berupa pupuk kadang 1 kg pertanaman sekaligus juga untuk menimbun akan tanaman yang muncul kepermukaan tanah.
• Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan saat tanaman mulai menghasilkan buah. Pemangkasan ini berfungsi untuk merapikan bentuk dan cabang tanaman. Sebaiknya buang cabang tanaman yang tidak produktif atau menghasilkan buah. Setelah tanaman mencapai tinggi 150 cm maka pangkas bagian ujung tanaman. Hal ini untuk merangsang penghentian tinggi tanaman maksimal hanya sampai 180 cm saja. Sebab jika lebih tinggi maka akan sulit dalam hal perawatan dan pemeliharaan lanjutan bahkan pemanenan.
• Pengendalian Hama dan Penyakit (HPT)
Pengendalian HPT dilakukan secara preventif atau pencegahan. Yakni dengan melakukan penyemprotan rutin menggunakan pestisida dan fungisida sesuai dosis yang dianjurkan. Penyemproran dilakukan setiap satu minggu sekali. Hingga tanaman berumur 2 bulan setelah tanam. Hentikan penyemprotan saat tanaman mulai memasuki masa berbuah.

  1. Panen

Panen dapat dilakukan pada saat umur 2,5 bulan setelah tanam. Atau ciri lain ialah dengan melihat kriteria ukuran buah yang akan di panen. Jika ukuran buah telah maksimal maka sebaiknya buah segera dipanen.
Potong buah dari tangkai tanaman, kemudian simpan dan letakkan hasil panen ditempat yang sejut untuk menjaga kesegarannya. Frekuensi panen dapat dilakukan setiap 3-5 hari sekali.

Budidaya Seledri

  1. Seledri
    Seledri merupakan tanaman yang sensitif atau mudah mengalami kerusakan sehingga diperlukan pengetahuan mengenai cara menanam seledri. Tanaman ini tumbuh optimal di dataran tinggi, tanah yang banyak mengandung humus berupa tanah lempung berpasir atau lempung berdebu, dan pH tanah 5,6 – 6,7. Berikut cara menanam seledri di lahan tanam sehingga seledri dapat tumbuh subur :
  2. Melakukan Pembibitan
    Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk menanam seledri di lahan tanam yaitu pembibitan. Pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif. Cara generatif dapat dilakukan dengan menggunakan biji seledri.
    Sedangkan cara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan anakan tunas yang berasal dari umbi. Pastikan bibit yang digunakan merupakan bibit dengan kualitas baik.
  3. Mengolah Lahan Tanam
    Lahan yang akan digunakan untuk menanam seledri harus diolah terlebih dahulu agar kondisinya sesuai dengan seledri. Tanah dicangkul hingga gembur lalu dibuat bedengan dengan tinggi minimal 20 cm, lebar 80 – 100 cm, dan jarak antar bedengan 25 -35 cm.
    Kemudian pupuk organik ditaburkan dan diaduk hingga tercampur dengan tanah agar meningkatkan kesuburan dan unsur hara tanah. Pengolahan lahan yang digunakan untuk menanam seledri bertujuan untuk menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
  4. Menyemai Bibit
    Bibit yang telah didapat harus terlebih dahulu disemai agar menghasilkan seledri dengan kualitas baik. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan merendam benih dengan air hangat ±15 menit. Kemudian, benih ditaburkan dalam bedengan penyemaian. Bedengan penyemaian dicampur pupuk dengan perbandingan 1:1.
    Setelah itu, naungi bedengan dengan plastik bening untuk melindungi tanaman dari hujan dan sinar matahari. Tabur benih ke dalam alur garitan yang dibuat di atas bedengan dengan jarak 10 – 20 cm dan kedalaman 0,5 cm. Sirami secara rutin untuk menjaga kelembabannya. Benih dapat dipindah ke dalam lahan tanam ketika sudah berusia ±1 bulan.
  5. Menanam Bibit
    Bibit yang telah menumbuhkan tunas dicabut bersama akarnya secara perlahan dan hati-hati agar tidak merusak akar. Tunas seledri yang telah tercabut kemudian dipindahkan ke lahan tanam dimana 1 lubang tanam berisi 1 seledri.
    Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar seledri tidak mati dan dilakukan penyiraman pada seledri yang telah selesai ditanam. Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah.
    Pemeliharaan Dan Perawatan Seledri Di Lahan Tanam

Perawatan merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga pertumbuhan seledri agar tetap baik. Berikut cara yang dapat dilakukan :

  1. Penyiraman
    Tanaman seledri haruslah rutin disiram untuk menjaga kelembabannya. Penyiraman harus dilakukan secara rutin setiap hari pada pagi dan sore. Bila musim penghujan telah tiba, kurangi intensitas air yang digunakan untuk menyiram tanaman agar tidak terlalu becek. Namun, jika musim kemarau intensitas air dapat diperbanyak agar tanaman tidak kekeringan.
  2. Penyulaman
    Penyulaman merupakan cara yang dilakukan untuk mengganti bibit seledri yang rusak dengan bibit seledri yang baru dan masih baik. Proses ini bertujuan untuk memaksimalkan produksi seledri yang ditanam. Waktu yang baik untuk melakukan penyiangan adalah ketika tanaman berusia ±2 minggu.
  3. Penyiangan
    Penyiangan harus dilakukan ketika disekitar tanaman seledri tumbuh gulma dan rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan seledri. Cara yang dilakukan yaitu dengan mencabutnya secara hati-hati agar tidak merusak seledri yang ditanam. Setelah dilakukan penyiangan, tanah kembali dipupuk agar seledri tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
  4. Pengendalian Hama Dan Penyakit
    Hama dan penyakit yang menyerang seledri tentunya dapat mengganggu pertumbuhan seledri. Beberapa hama yang biasa menyerang seledri yaitu keong, kutu, ulat tanah, dan tungau.
    Sedangkan penyakit yang menyerang seledri diantaranya bercak dan virus yang menyerang tanaman. Dengan menyemprotkan fungisida dan bakterisida tentunya pertumbuhan hama dan penyakit yang menyerang seledri dapat dikendalikan.
  5. Pemanenan Seledri
    Seledri siap untuk dipanen ketika tanaman berusia 1 – 3 bulan. Pemanenan dapat dilakukan seminggu sekali dengan cara mencabut sampai ke akarnya atau hanya memotong batang seledri yang telah siap dipanen. Pemotongan batang dilakukan untuk meninggalkan anakan yang masih muda sehingga dapat menghasilkan seledri baru.

Budidaya Pare

  1. Pare

SYARAT TUMBUH TANAMAN PARE
Tanaman pare merupakan tanaman yang mampu beadaptasi dengan lingkungan dan iklim yang ekstrim. Tanaman pare sangat baik ditanam dilahan dengan ketinggian 1 – 1000 mdpl, dengan pH 5-6 dan bersuhu 24 – 27 derajat celcius.

PERSIAPAN LAHAN BUDIDAYA PARE
Lahan terlebih dahulu dibersihkan dari rumput dan gulma liar, kemudian digemburkan dengan cara di bajak atau dengan mencangkul. Buat bedengan dengan lebar 60 – 80 cm dan tinggi 15 – 20 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lahan. Jarak antar bedengan antara 2 – 2,5 m, disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah. Pada lahan yang memiliki tingkat kesuburan tinggi, jarak bedengan dibuat lebih jarang. Karena tanaman pare memiliki karakter dengan percabangan yang sangat banyak.

CARA PEMBERIAN PUPUK DASAR TANAMAN PARE
– Taburkan dolomit/kapur pertanian jika ph dibawah 5,5 sebanyak 50 – 75 kg/400 m2
– Pupuk dasar ditaburkan secara merata diatas bedengan kemudian ditutup/diaduk secara merata dengan tanah
– Pupuk dasar ideal adalah TSP,Kcl dan ZA (Perbandingan 2 : 1 : 1) dengan dosis 15 – 20 kg/400 m2
– Pupuk dasar ditaburkan 10 – 15 hari sebelum tanam, ini dimaksudkan supaya pupuk dingin dan tidak meracuni tanaman.
– Buat lubang tanam (jika menggunakan mulsa) dengan jarak 120 cm – 150 cm.

CARA PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TANAMAN PARE
– Benih bisa langsung ditanam atau disemai terlebih dahulu dengan menggunakan polybag.
– Benih ditanam 1 benih perlubang.
– Taburkan nematisida kemudian benih ditutup dengan tanah tipis -/+ 1 cm.
– Sekitar 8 – 10 hari benih akan tumbuh, segera lakukan penyulaman jika ada tanaman yang mati atau tidak tumbuh.
– Lakukan penyemprotan pestisida untuk mencegah hama pengganggu, misalnya jangkrik dan semut. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari.
– Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi.
– Lanjaran sebaiknya dipersiapkan sebelum penanaman dilakukan. Gunakan tiang lanjaran yang kokoh dan kuat, lanjaran dipasang dengan jarak 2,5 m – 3 m.

PANEN PARE / PARIA
Pemanenan pertama kali pada usia 55 – 60 HST (Hari Setelah Tanam). Selanjutnya bisa dilakukan setiap 2 hari. Buah siap panen adalah buah yang beratnya sudah mencapai sekitar 250 gram.

Budidaya Buncis

  1. Buncis
    Persiapan Bibit Unggul Buncis

Tahapan pertama dari cara menanam buncis adalah memilih bibit unggulnya. Dengan memilih bibit unggul dari buncis, kemungkinan untuk mendapatkan tanaman buncis yang berkualitas juga semakin tinggi. Perlu diketahui bahwa buncis memiliki varian berdasarkan cara tumbuhnya. Ada buncis yang tumbuh tegak dan ada pula yang tumbuh dengan cara merambat. Tentukanlah selera Anda.
Oleh karena di artikel ini akan condong memaparkan cara menanam buncis dengan media pot, maka disarankan untuk menanam benih buncis yang dapat tumbuh tegak dengan mempertimbangkan luas media tanamnya. Untuk mendapatkan bibit unggul dari tanaman buncis, Anda dapat mencoba langkah-langkah berikut ini.
• Pilihlah buncis yang berasal dari tanaman induk yang sehat
• Petiklah buah yang memiliki ukuran yang optimal
• Pisahkan antara buncis yang sehat dengan yang terluka atau cacat
• Pilihlah yang bentuknya seragam dengan besar yang sama
• Jemur selama satu sampai dua hari di bawah sinar matahari
• Kupaslah kulit buah buncis yang masih menempel atau yang masih melapisinya
• Ambil biji di bagian dalamnya sebagai benih
• Simpan di dalam botol atau toples, atau wadah yang tertutup
• Tutuplah dengan abu kayu
Dengan mengikuti langkah tersebut diyakini bahwa benih buncis dapat bertahan dengan lebih lama, yaitu 6 bulan atau lebih.
Jika ternyata Anda belum memiliki tanaman buncis yang digunakan untuk diambil benihnya, maka jangan khawatir! Anda dapat melewati langkah tersebut, dan alternatifnya adalah dengan membeli benih buncis di toko bibit terdekat atau dari petani lokal terdekat. Jangan lupa untuk menentukan benih buncis jenis apa yang ingin Anda tanam.

  1. Persiapan Media Tanam
    Untuk menanam buncis, diperlukan media tanam yang tepat untuk memfasilitasi pertumbuhan buncis yang baik. Sebelum menyiapkan media tanamnya, Anda pun perlu mengetahui terebih dahulu syarat tumbuh dari tanaman buncis ini sehingga usaha dalam menanam buncis tidak sia-sia. Berdasarkan syarat tumbuh, Anda dapat memilih media tanam seperti apa yang paling tepat untuk menanam benih buncis yang Anda miliki. Berikut ini adalah media tanam yang kerap digunakan untuk menanam buncis di pot.
    • Tanah gembur dan kaya unsur hara
    • Pupuk kandang atau kompos
    • Beberapa pot yang telah diberi lubang di bagian bawah berukuran sedang
    • Cetok
    • Air secukupnya
    Jika Anda sudah menyiapkan media tanam dengan lengkap, maka Anda sudah dapat beralih ke tahapan berikutnya, yaitu menanam benih buncis.
  2. Menanam Benih Buncis

Di saat Anda sudah memiliki media tanam dan benih buncis yang siap untuk ditanam, maka hal itu menandakan bahwa Anda sudah siap untuk memulai cara menanam buncis. Sebagai tahap awal menanam buncis, hal ini dapat Anda lakukan dengan mudah dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.
• Campurkan tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1
• Masukkan ke dalam pot dan penuhi sebanyak ¾ bagian pot
• Buatlah lubang di bagian tengah
• Masukkan sekitar dua biji benih buncis
• Timbun dengan tanah
• Padatkan tanah hingga rata secara perlahan
• Siram dengan air secukupnya secara lembut
• Letakkan di tempat dengan intensitas cahaya matahari yang cukup
• Pantaulah pertumbuhan benih buncis
Sedikit informasi, bahwa buncis biasanya mulai berkecambah pada usia tiga sampai tujuh hari setelah proses tanam.

  1. Perawatan Tanaman Buncis

Sangat tidak disarankan untuk menelantarkan atau membiarkan begitu saja benih buncis yang Anda tanam setelah proses penanaman dilakukan. Meskipun buncis termasuk tanaman yang dapat tumbuh dengan mudah, namun Anda harus mengimbangi dengan perawatan yang optimal sebagai upaya untuk menghindari gagal panen terhadap tanaman buncis. Berikut ini adalah tips merawat buncis yang dapat Anda terapkan untuk mendapatkan tanaman buncis yang sehat dan berkualitas.

  1. Penyiraman
    Meskipun tanaman buncis dikenal dengan sifat toleran yang tinggi terhadap kondisi tanah yang kering, namun jangan lupa untuk tetap menjaga pasokan air dalam tanah. Penyiraman terhadap tanaman buncis perlu dilakukan setiap dua kali sehari dengan air secukupnya, yaitu pada pagi hari dan sore hari di masa awal tanam.
    Selanjutnya, jika tanaman buncis sudah mulai tumbuh maka Anda perlu mengurangi frekuensi penyiraman, yaitu satu kali sehari. Bisa Anda lakukan di pagi hari saja atau di sore hari saja. Pastikan juga bahwa pasokan air yang Anda berikan pada setiap pot tidak berlebihan karena dapat menyebabkan pembusukan.
    Dalam menyiram, Anda juga perlu memperhatikan drainase atau pengairannya, yang dalam hal ini adalah lubang-lubang yang ada di bagian bawah pot. Jangan sampai pot Anda tidak memiliki lubang karena akan menghambat saluran air dalam pot. Jika hal itu terjadi, maka tanaman akan cepat mati atau layu.
  2. Pemupukan
    Pemberian pupuk setelah proses penanaman sangat penting untuk dilakukan guna menunjang pertumbuhan buncis dengan optimal. Ketika tanaman buncis sudah menginjak usia dua minggu sejak masa penyemaian, berikanlah pupuk NPK dan pupuk bokashi dengan takaran dua sendok makan. Selanjutnya, jika benih buncis sudah tumbuh, Anda dapat menambah takaran pupuk sebanyak tiga sendok makan.
  3. Penyiangan
    Penyiangan merupakan salah satu cara merawat tanaman buncis dengan memberantas gulma atau tanaman liar yang ada di sekitar tanaman buncis. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari persaingan penyerapan nutrisi dalam tanah antara tanaman liar dan tanaman buncis. Penyiangan perlu dilakukan setiap dua minggu sekali atau ketika Anda mendapati tanaman liar tersebut sudah mulai tumbuh, sebagai upaya agar pertumbuhan tanaman buncis tidak terganggu.
  4. Pemasangan Tiang Rambat
    Pemasangan tiang rambat hanya dilakukan jika Anda memilih untuk menanam varietas buncis dengan cara tumbuh merambat. Tiang rambat berguna sebagai tempat rambat tanaman buncis, mengingat tanaman buncis dapat merambat dengan mencapai ketinggian 3 meter. Jika Anda menanam varietas buncis yang tumbuh tegak, maka Anda tidak perlu melakukan hal ini.
  5. Proses Panen Tanaman Buncis

Buncis memasuki masa panen ketika sudah mencapai usia 50 sampai 60 hari sejak penanaman dilakukan. Beberapa ciri-ciri tanaman buncis yang sudah siap panen adalah sebagai berikut.
• Ukuran buah maksimal
• Tekstur buah padat
• Warnanya buncis berubah jika dibandingkan dengan buncis yang masih muda
• Sudah tumbuh bunga
Jika seluruh ciri-ciri tersebut ada pada tanaman buncis yang Anda tanam, maka ini berarti tanaman Anda sudah siap panen. Dalam memanen, lakukanlah tahapan berikut ini.
• Potonglah buncis yang menggantung dengan alat potong seperti gunting
• Pastikan bunga buncis tidak terjatuh
• Kumpulkan buncis di sebuah keranjang panen
• Masukkan ke dalam kulkas atau simpan di tempat yang tidak lembab dan tidak terkena sinar matahari.

Budidaya Brokoli

  1. Brokoli
  1. Cara Menanam Budidaya Brokoli:
    a. Persiapan benih
    Benih yang telah didapatkan dengan membeli di toko pertanian, selanjutnya disterilisasi dengan cara direndam dalam air panas atau dalam larutan fungisida (sesuai dosis) selama sekitar 15 hingga 30 menit. Buang benih yang mengapung kerena benih tersebut tidak berkualitas baik. Kemudian benih yang baik, direndam selama sekitar 12 jam agar benih berkecambah.
    b. Persemaian Benih Brokoli
    Penyemaian dapat dilakukan di polybag semai dan juga di bedengan.
    Apabila dengan bedengan, sebelumnya tanah lahan semai digemburkan dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm, kemudian barulah buat bedegan atau guludan selebar 110 cm-120 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan semai. Kemudian lakukan pemupukan pada bedengan dengan pupuk kandang yang telah matang. Jika sudah siap selanjutnya tebarkan benih bibit merata kemudian tutup tipis dengan tanah bedengan dan untuk menjaga kelembaban dan benih bibit cepat tumbuh, tutup bedengan dengan daun pisang. Jika benih bibit sudah tumbuh maka buang daun pisang penutup tersebut. Apabila menggunakan polybag semai, siapkan dahulu media tanam berupa campuran tanah yang halus dan pupuk kandang yang telah diayak dengan perbandingan 1 : 1 atau 1 : 2. Jika sudah siap selanjutnya masukan media tanam ke dalam polybag semai kemudian masukan benih bibit dan tutup tipis dengan sisa media tanam tersebut. Untuk menjaga kelembaban dan benih bibit cepat tumbuh, tutup polybag dengan daun pisang. Jika benih bibit sudah tumbuh maka buang daun pisang penutup tersebut. Baik dengan bedengan maupun polybag, lakukan perawatan berupa penyiraman secara rutin sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.
    c. Persiapan Lahan Tanam Brokoli
    Lahan yang akan diperuntukan untuk penanaman brokoli diolah terlebih dahulu. Bersihkan tanaman pengganggu yang ada dilahan, jika sudah selanjutnya gembutkan tanah pada lahan dengan cara dibajak atau dicangkul. Jika derajat keasaman atau pH tanah diatas 5,5 maka lakukan pengapuran. Kemudian buatlah bedegan atau guludan dengan ukuran lebar sekitar 100 cm, tinggi sekitar 35 cm serta panjang disesuaikan dengan lahan tanam. Jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Jika sudah, lakukan pemupukan menggunakan pupuk kandang dengan dosis disesuaikan dengan luas lahan. Kemudian buatlah lubang tanam dengan jarak 50 cm x 50 cm.
    d. Penanaman Brokoli
    Apabila bibit dan lahan tanam telah siap selanjutnya lakukan penanaman. Masukan bibit brokoli dengan hati-hati ke dalam lubang tanam yang telah di siapkan agar akar dan daun bibit tidak rusak.
    e. Perawatan Tanaman Brokoli
    • Penyiraman
    Penyiraman perlu dilakukan secara rutin sebanyak 2 hingga 4 kali dalam semingggu atau disesuaikan dengan kondisi lahan.
    • Penyulaman
    Sebelum tanaman brokoli berumur 2 minggu, segera lakukan penyulaman pada tanaman yang mati dengan menggantinya dengan yang baru.
    • Penyiangan
    Lakukan penyiangan terhadap gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Penyiangan pertama dilakukan saat tanaman berumur 7 hingga 10 hari setelah tanam. Penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 20 hari setelah tanam, penyiangan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 30 hingga 35 hari setelah tanam. Penyiangan dilakukan secara hati-hati bersamaan dengan penggemburan . Penyiangan ini dihentikan pada saat tanaman memasuki masa pembungaan.
    • Perempelan dan Pengikatan
    Lakukan perempelan pada cabang tanaman brokoli sedini mungkin agar kualitas serta ukuran bunga yang akan terbentuk akan optimal. Setelah berbunga selanjutnya ikat daun yyang derada disekitar bunga menutupi bunga agar bunga terlindungi dari matahari.
    • Pemupukan Susulan
    Lakukan pemupukan susulan pada tanaman dengan pupuk urea, TSP dan KCl. Pemupukan tersebut dilakukanpada saat tanaman brokoli berumur 1 minggu setelah tanam, 3 minggu setelah tanam dan 5 minggu setelah tanam dengan dosis yang sama yaitu 44 kg urea, 93 kg TSP dan 45 kg KCl per hektar lahan. Cara pemupukan tersebut diberikan dengan car ditabur disekeliling tanaman dengan jarak 10 cm-15 cm dari batang.
    f. Pemanenan Brokoli
    Brokoli dapat dipanen setelah berumur 55 hingga 100 hari setelah tanam tergantung varietas brokoli yang ditanam atau pemanenan dapat dilakukan setelah bunga telah mencapai ukuran maksimal.
    Cara tanam brokoli hidroponik
    Dalam usaha budidaya tanaman brokoli dengan sistem hidroponik, ada beberapa langkah kerja yang harus dilakukan sebelum hingga saatnya masa panen tiba. Langkah-langkah tersebut antara lain :
  2. Menyiapkan bibit brassica oleracea (brokoli) yang akan ditanam secara hidroponik.
  3. Menyiapkan alat dan bahan.
  4. Setelah semuanya siap, potonglah botol bekas air mineral menjadi dua bagian.
  5. Masukkan potongan bagian atas botol ke dalam bagian bawah lalu diberi sumbu kompor, sekam, dan kerikil, lalu kemudian diberi air.
  6. Bibit yang sudah disiapkan sebelumnya kemudian ditanam pada media yang telah dibuat.
  7. Memberikan pupuk substrat setiap seminggu sekali.
  8. Melakukan perawatan hingga masa panen tiba.
    Setelah membuat langkah kerja dalam pembudidayaan brokoli sistem hidroponik, maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah membersihkan lahan yang akan digunakan menanam agar terhindar dari gulma.
    Pemilihan Benih
    Benih brokoli yang harus ditanam tentu haruslah memiliki kualitas yang baik agar nantinya hasil budidaya yang dilakukan tidak sia-sia. Agar bisa dikatakan baik, ada beberapa syarat atau standar bibit brokoli yang harus dipenuhi:
    • Benih harus utuh; tidak luka/tidak cacat.
    • Benih harus terbebas dari hama dan penyakit.
    • Benih murni; tidak tercampur dengan benih lain dan juga terbebas dari kotoran.
    • Benih harus diambil dari jenis benih yang diunggulkan.
    • Benih memiliki daya kecambah sebesar 80%.
    • Bila benih tenggelam saat direndam dalam air, memiliki arti benih adalah baik.
    Penyemaian Bibit dan Pemeliharaannya
    Media semai yang digunakan untuk penyemaian bibit adalah campuran tanah halus dan pupuk kandang yang menggunakan perbandingan 2 : 1 sebanyak 90%. Agar media semai steril, kukus dahulu dengan suhu 55-100⁰ Celcius selama 30-60 menit. Atau cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menyiramkan larutan formalin 4%, lalu selama 24 jam ditutup dengan selembar plastik dan diangin-anginkan setelahnya. Cara ketiga yang dapat dilakukan adalah dengan mencampurkan antara media semai dengan zat fumigan Basamid-G sebanyak 40 gram/m2 pada kedalaman 10-15 cm. Lalu siram air hingga basah dan tutuplah dengan plastik selama lima hari dan diangin-anginkan setelahnya selama 10-15 hari. Setelah proses sterilisasi selesai dilakukan, maka satu per satu benih dimasukkan ke dalam polybag kecil dengan ukuran 7-8 x 10 cm.

Benih brokoli pilihan disemai pada polybag berukuran kecil atau wadah plastik kecil lainnya. Setelah beberapa hari, benih tersebut akan berkecambah dan memperlihatkan daun-daunnya yang mulai tumbuh.
Pemeliharaan Saat Penyemaian
• Penyiraman yang dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore agar tidak terjadi kekeringan sehingga menghambat pertumbuhan biji brokoli.
• Mengatur penutup media semai agar bibit tak terkena sinar matahari yang berlebihan. Media semai dibuka setiap pagi hingga jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00. Diluar jam-jam tersebut, cahaya matahari terlalu keras sehingga kurang menguntungkan bagi pertumbuhan bibit. Ketika hujan, penutup harus kembali digunakan agar air hujan yang banyak tidak mengenai bibit yang disemai.
• Penyiangan dilakukan pada tanaman yang mengganggu tumbuhnya bibit. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabuti rumput dan gulma yang tumbuh di antara tanaman pokok.
• Pemberian pupuk susulan diberikan setelah penyemaian bibit dilakukan dengan melarutkan secukupnya pupuk NPK dengan air untuk disiramkan.
• Pencegahan dan pemberantasan hama serta penyakit yang berpotensi menyerang tanaman dilakukan dengan menggunakan insektisida dan fungisida : Antracol, Dithane, Furadan 3G, Hostathion, dll.
Penanaman dan Pemeliharaan Brokoli
Penanaman bibit brokoli dilakukan pada sekam yang telah disiapkan pada pagi ataupun sore hari saat matahari sudah tidak terik. Saat tanaman sudah ditanam, beberapa perawatan harus dilakukan agar tanaman tetap sehat dan terhindar dari hama dan penyakit.

Penanaman brokoli hidroponik sistem wick. Yaitu penanaman yang dilakukan dengan menanam bibit brokoli pada sekam kemudian menyerap nutrisi air yang ditampung oleh wadah air bagian bawah melalui sumbu kain flanel yang tersambung dari wadah bagian atas.

Brokoli yang ditanam secara hidroponik sistem kultur air. Metode ini hanya memanfaatkan air saja. Air selaku nutrisi diserap oleh akar tanaman.
Penyulaman dan Penjarangan
Dilakukan sekali pada saat penyemaian ketika usia masih berkisar 10-15 hari. Bila penyemaian dilakukan dalam polybag atau pot maka penjarangan tidak usah dilakukan.
Penyiangan
Penyiangan yang dilakukan sebelum pemupukan dan bersamaan dengan penggemburan tanah ketika tumbuhan berusia 7-10, 20, dan 30-35 hari.
Perempalan Cabang
Perempalan cabang atau tunas samping dilakukan seawal mungkin untuk menjaga tanaman induk agar pertumbuhan tanaman sesuai dengan harapan. Sehingga zat makanan bisa terkonsentrasi pada pembentukan bunga bisa seoptimal mungkin.
Pemupukan Tanaman
Agar brokoli yang ditanam terhindar dari berbagai hama yang sering menyerang seperti ulat tanah, ulat jengkal, kutu daun, penyakit bercak hitam, penyakit busuk lunak, dan penyakit lain yang sering menjangkit brokoli, maka pemupukan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemupukan susulan sebagai berikut:
Pemupukan susulan I
Pemupukan susulan I dilakukan ketika tanaman berusia 7-10 hari. Pemupukan ini menggunakan 250 kg ZA ditambah dengan 75 kg pupuk Urea dan 150 kg TSP serta 75 kg KCL dengan perbandingan 2 : 1 : 2 : 1 per hektar. Pemberian pupuk sebanyak 1 sendok makan disekitar tanaman sejauh 10-15 cm dari batang.
Pemupukan susulan II
Pemupukan susulan II dilakukan saat tanaman berusia 20 hari dengan menggunakan 150 kg ZA, 75 kg Urea, 75 kg TSP, dan 150 KCL per hektar. Dosis yang diberikan satu sendok makan dengan jarak 20 cm.
Pemupukan susulan III
Pemupukan susulan III dilakukan saat usia tanaman mencapai 30-35 hari menggunakan 150 kg ZA, 100 kg Urea, dan 150 kg KCL per hektar. Dosis yang diberikan 1 sendok makan dengan larikan berjarak 25 cm.
Penyemprotan pupuk daun yang mengandung Nitrogen dan Kalium tinggi bisa dilakukan saat akhir masa panen agar hasil bunga dapat terpacu dan meningkat.
Pemanenan Brokoli Hidroponik

Panen brokoli dilakukan dengan cara memotong bunga brokoli dengan gunting atau pisau tajam khusus tanaman.
Panen dilakukan bila bunga sudah mencapai ukuran maksimal dan padat, namun kuncup bunganya belum mekar. Cara memanen yang bisa ditempuh dengan memotong tangkai bunga beserta batang dan daun selebar 25 cm. Setelah brokoli dipetik, baiknya dikumpulkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung agar bisa didapatkan brokoli dengan kualitas tinggi. Untuk pemasaran, dapat dijual ke supermarket ataupun kepada eksportir sayuran.

Budidaya Pak Choy

  1. Pak choy
  1. Tahap Penyemaian
  2. Siapkan biji pakcoy, media tanam, sprayer, dan tempat penyemaian.
  3. Semaikan biji pakcoy terlebih dahulu. Gunakan nampan khusus penyemaian atau tray semai (seedling tray) atau bisa juga menggunakan pot, polybag, atau wadah lain.
  4. Media tanam untuk penyemaian sebaiknya berupa media tanam selain tanah misalnya sekam bakar, kompos, atau cocopeat. Jika hendak menggunakan tanah, usahakan tanahnya berupa tanah yang gembur dan subur, yang telah diberi campuran pupuk kandang (1:1).
  5. Lubangi media tanam di wadah penyemaian dengan ujung jari. Kedalamannya sekitar satu ruas jari.
  6. Masukkan dua biji per lubang. Maksud dari dua biji ini adalah, jika satu biji mati, satu bijinya yang lain bisa menggantikannya untuk tumbuh. Untuk penyemaian, dalam polybag berukuran 15 cm bisa dibuat menjadi lima lubang.
  7. Kubur lubang yang sudah diberi biji dengan cara menutupnya dengan media tanam yang berada di bibir setiap lubang. Anda tidak perlu menekan-nekannya.
  8. Siram menggunakan sprayer (semprotan air) dengan lembut setiap pagi dan sore.
  9. Simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
  10. Jauhkan dari gangguan hewan, seperti ayam atau burung.
  11. Tunggu sekitar dua minggu hingga pakcoy tumbuh dan berdaun dua.
    Tahap Pemindahan Media Tanam

Jika benih pakcoy telah tumbuh menjadi pakcoy muda (seedling pakcoy), ciri khasnya berdaun dua (atau kira-kira berumur sekitar dua minggu) pakcoy bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar untuk bisa ditanam secara mandiri. Siapkan pot atau polybag dengan minimal ukuran 15 cm. Gunakan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1:1) atau bisa juga menggunakan sekam bakar.

  1. Isi pot atau polybag dengan media tanam. Jangan terlalu penuh, jangan juga terlalu dangkal.
  2. Lubangi media tanam tepat di tengah-tengah pot. Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran gundukan akar pakcoy.
  3. Tanam pakcoy sesegera mungkin setelah dicabut. Hati-hati saat mencabutnya, jangan sampai akarnya patah. Gunakan sendok atau sekop untuk mempermudah proses pencabutan.
  4. Tepuk-tepuk bagian media tanam sekitar akar pakcoy yang sudah dikubur. Jangan terlalu keras. Fungsinya, agar pakcoy tidak miring saat disiram air.
  5. Siram pakcoy menggunakan semprotan air setiap pagi dan sore hari.
  6. Selama seminggu pertama, jauhkan dari sinar matahari langsung. Simpanlah di tempat teduh.
  7. Setelah seminggu, pot atau polybag pakcoy bisa dipindahkan pada tempat yang terkena sinar matahari sepanjang hari.
  8. Hati-hati dengan sinar matahari langsung. Daun pakcoy bisa terbakar karena sinar matahari yang terlalu panas.
  9. Berilah pupuk secara berkala. Pupuk organik atau pupuk kandang adalah pilihan yang terbaik
    Pakcoy bisa dipanen sekitar 30 sampai 45 hari setelah ditanam di pot atau polybag mandirinya. Pemanenan bisa dilakukan dengan mencabutnya langsung dari tanah atau dengan memotong batang pakcoynya.

Budidaya Kubis

  1. Kubis

Syarat Tanah Kubis
Kubis adalah tanaman yang tumbuh subur di tanah yang kaya nutrisi dan berdrainase baik. Kubis juga membutuhkan lokasi yang cerah. Sangat penting untuk melakukan persiapan lahan yang tepat sebelum menanam benih atau memindahkan bibit muda. Petani yang berpengalaman melaporkan bahwa sangat membantu untuk mengolah tanah dan menggunakan kompos atau pupuk kandang yang busuk dengan baik sebelum tanam atau penyemaian langsung. Dalam kebanyakan kasus, kubis lebih menyukai tanah subur dengan pH berkisar antara 6 hingga 6,8. Cara paling umum untuk memiliki tanaman yang tumbuh subur dan hasil panen yang berkualitas baik adalah menjaga tanah tetap lembab.
Para penanam harus melakukan analisis tanah sebelum penanaman. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahli agronomi lokal berlisensi untuk membentuk rencana persiapan lapangan yang rasional.
Kebutuhan Air Kubis
Dalam kebanyakan kasus, irigasi tetes dan fertigasi diterapkan (pemupukan melalui pupuk yang larut dalam air yang disuntikkan dalam sistem irigasi).
Kubis membutuhkan jumlah air yang cukup untuk menghasilkan kepala berdaunnya. Penting untuk menjaga tanah tetap lembab tetapi tidak lembek. Kita harus berhati-hati untuk tidak mengairi tanaman kita secara berlebihan karena tanaman tidak dapat mentolerir tanah yang tergenang air. Kubis membutuhkan irigasi yang teratur dan konsisten untuk berkembang dengan baik, membentuk kepala yang kokoh dan menghasilkan daun berkualitas tinggi. Saat menanam kubis di ladang, kita bisa menggunakan sistem irigasi sprinkler atau tetes. Untuk menjaga tanah tetap lembab, petani dapat menggunakan lapisan tipis mulsa ke tanah (tanyakan pada ahli agronomi berlisensi setempat).
Penanaman dan Pemberian Jarak pada Kubis. Cara menumbuhkan Kubis yang sehat dan berkembang
Meskipun kubis adalah tanaman yang tahan terhadap embun beku, kubis dapat sangat terpengaruh selama musim semi. Tanaman yang terluka akan menghasilkan kepala yang tidak berkembang, daun berkualitas rendah dan umumnya produk dengan kualitas dan kuantitas rendah. Kita harus fokus pada penanaman benih kubis di rentang waktu yang sesuai, tergantung pada kapan kita ingin memanennya. Petani pertama kali menanam kubis musim panas, selama pertengahan musim semi. Kemudian, mereka menabur jenis musim gugur-musim dingin di akhir musim semi. Akhirnya, kubis musim semi ditaburkan di hari-hari terakhir musim panas dan para petani memanennya di tahun kedua.
Kita dapat menanam benih kubis di dalam ruangan di persemaian atau pot 6 hingga 8 minggu sebelum musim semi mulai dingin. Dalam kebanyakan kasus, suhu yang tepat untuk menumbuhkan kubis adalah 55-75°F derajat (12-23°C). Kita harus secara teratur menyirami tanaman kita sampai mereka mengembangkan 3 hingga 4 daun. Tanaman siap ditransplantasikan 18-38 hari setelah tanam. Ketika tanaman mengembangkan 3 daun dan mencapai tinggi 10-13cm (4 hingga 5 inci), kita dapat memindahkannya di lokasi yang disukai. Petani yang berpengalaman menyatakan bahwa mereka sering mentransplantasikan kubis pada hari berawan, untuk menghindari paparan sinar matahari yang intens pada tanaman. Apa pun metode penanaman yang kita gunakan, irigasi teratur selalu diperlukan. Seperti disebutkan sebelumnya, menjaga kelembapan tanah adalah kunci untuk tanaman yang berkembang dengan baik dan sehat.
Untuk mencapai pertumbuhan yang baik dan memaksimalkan hasil panen mereka, petani dapat mempertimbangkan faktor-faktor berikut.
• Tingkat pembibitan: 250-400gr (9 hingga 14 ons) benih per hektar
• Jumlah Tanaman per hektar: 20.000-40.000 tanaman
• 1 hektar = 2,47 ekar = 10.000 meter persegi
• Jarak antar tanaman dalam barisan normalnya adalah 40-70cm (15-27 inci). Jarak antar baris normalnya 60-90cm (23-35 inci). Perlu diingat bahwa angka-angka ini bervariasi tergantung pada ukuran yang diinginkan masing-masing kepala. Semakin dekat tanaman, maka semakin kecil kepala yang mereka hasilkan.
• Dalam kebanyakan kasus, akan bermanfaat untuk mengurangi pengairan ketika tanaman kubis mencapai kematangan. Telah dilaporkan bahwa karena penyiraman yang berlebihan, kepala kubis dapat tumbuh terlalu cepat dan mulai membelah.
• Petani dapat meminta saran dari ahli agronomi berlisensi setempat untuk menjadwalkan rencana yang tepat untuk menanam tanaman yang tumbuh subur dan sehat.
Kebutuhan Pupuk dalam Tanaman Kubis
Sangat penting untuk melakukan analisa tanah sebelum penggunaan pupuk. Cara teraman adalah mengetahui profil hara tanah yang tepat. Kubis membutuhkan tanah yang kaya zat hara untuk tumbuh dan memaksimalkan produksi dan hasil panen. Beberapa petani kubis menaburkan pupuk kandang yang busuk dan membajak tanah dua minggu sebelum tanam. Mereka juga melaporkan bahwa mereka dapat menambahkan pupuk ke bibit muda sekitar dua minggu atau tiga minggu setelah transplantasi. Penting untuk membiarkan tanaman kubis tumbuh setinggi sebelum pemberian pupuk.
Dalam kebanyakan kasus, irigasi tetes dan fertigasi diterapkan (pemupukan melalui pupuk yang disuntikkan dalam sistem irigasi). Atau, pemberian pada tanah digunakan. Secara umum, petani yang berpengalaman menyarankan pupuk yang seimbang, yang terdiri dari nutrisi penting, seperti nitrogen (N), kalium (K) dan fosforus (P), dalam bentuk granul. Kita dapat menerapkan pupuk ini dengan N-P-K 10-10-10 atau 10-3-3. Kita bisa menambahkan pupuk granul langsung ke permukaan tanah dan mengairinya. Sangat penting agar butiran tidak bersentuhan dengan tanaman muda, karena ada risiko membakar mereka.
Namun, ini hanya pola umum yang tidak boleh diikuti tanpa melakukan riset sendiri. Setiap lahan itu berbeda dan memiliki kebutuhan yang berbeda. Anda dapat meminta saran dari ahli agronomi berlisensi setelah melakukan analisis tanah.
Hama dan Penyakit
Sepanjang musim tanamnya, kubis rentan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit. Kubis adalah tanaman yang menarik banyak hama. Kita perlu mengetahui musuh tanaman kita dan membentuk pendekatan yang ramah lingkungan untuk mengatasi mereka. Kita dapat meminta saran dari profesional berlisensi setempat untuk mengendalikan hama dan penyakit kubis dengan semestinya. Hama dan penyakit kubis yang paling umum tercantum di bawah ini.
Hama

  1. Kupu-kupu Putih Kecil atau Besar. Serangga ini bertelur di bawah daun kubis. Ketika larva mereka muncul, ia akan memakan daun.
  2. Kutu daun. Kutu daun kubis berwarna abu-abu hijau dan tidak mudah diidentifikasi. Mereka terutama memakan daun.
  3. Merpati. Merpati dan burung kecil lainnya suka terbang di dekat tanaman dan menyerang tanaman muda.
    Penyakit
  4. Bercak daun Alternaria. Ini adalah penyakit jamur, yang disebabkan oleh spesies Alternaria. Ini mempengaruhi baik bibit dan tanaman tua dengan bintik-bintik gelap pada batang dan bintik-bintik coklat pada daun. Jika kita tidak segera mengelolanya, daun yang terinfeksi akan menguning dan jatuh.
  5. Busuk Hitam. Ini adalah penyakit bakteri, yang disebabkan oleh Xanthomonas campestris. Ini terutama menginfeksi bagian dangkal tanaman.
  6. Bulai Kubis. Peronospora parasitica bertanggung jawab atas penyakit ini, menyebabkan bintik-bintik nekrotik pada daun yang lebih tua.
    Pengendalian Hama dan Penyakit
    Cara terbaik untuk mengendalikan hama dan penyakit ialah selalu pencegahan daripada intervensi. Petani kubis harus mempertimbangkan langkah-langkah berikut.
  7. Pentingnya penggunaan benih bersertifikat.
  8. Pentingnya penggunaan varietas dan hibrida yang tahan terhadap penyakit lokal.
  9. Membuat jaring untuk menutupi tanaman kita dapat melindungi kubis dari serangan hama.
  10. Hindari pemberian pupuk yang berlebihan.
  11. Jaring kawat dapat melindungi tanaman kubis dari serangan merpati.
  12. Mengambil sendiri ulat dan larva dan dengan hati-hati mengeluarkannya dari tanaman dapat menjadi solusi dalam beberapa kasus.
  13. Untuk mencegah bercak daun alternaria, disarankan untuk mengumpulkan dan menyingkirkan residu yang tersisa di ladang setelah panen.
  14. Kita dapat merotasi tanaman kita dengan tanaman lain yang sesuai untuk mengendalikan hama dan penyakit secara alami.
    Pemanenan dan Hasil
    Sebagai aturan umum, periode dari menabur sampai transplantasi berkisar antara 18 hingga 38 hari. Pada sebagian besar varietas, kubis siap dipanen mulai dari 75 hingga 88 hari setelah tanam. Ada varietas sangat awal yang dapat dipanen 55 hari dari tanam. Beberapa varietas terlambat matang sekitar 95-105 hari setelah tanam. Waktu kita memanen tanaman kubis tergantung pada varietas yang berbeda. Ada beberapa varietas yang perlu bertahan di ladang beberapa minggu lagi setelah mereka membentuk kepala yang kokoh dan rapat. Sebaliknya, beberapa varietas perlu dipanen segera setelah mereka mencapai kematangan.
    Hal-hal penting tentang Pemanenan Kubis:
    • Pemanenan harus dilakukan ketika kubis mencapai ukuran penuh.
    • Kubis siap panen ketika kepalanya kokoh dan terbentuk penuh.
    • Kita harus memeriksa kerapatan kubis secara berkala. Saat ukurannya mencapai 12cm (5 inci) kita dapat memerasnya untuk menguji kerapatannya.
    • Jika kita perhatikan bahwa kepala kubis mulai membelah, kita harus memanennya tanpa penundaan.
    • Kita bisa memotong kepala kubis dari pangkalnya dengan pisau tajam.
    • Di pertanian kubis komersial besar, pemanenan dilakukan melalui mesin otomatis yang terpasang pada traktor. Mesin-mesin ini mengangkat seluruh tanaman dari tanah menggunakan mata bajak. Dengan demikian, tanaman hancur total. Tanah, kotoran, batu, dan kubis dipindahkan ke serangkaian jaring tempat kubis akhirnya dipisahkan dari bahan asing.
    • Setelah panen, tanaman kubis harus segera disimpan di tempat teduh.
    • Dalam kebanyakan kasus, suhu yang tepat untuk menyimpan kubis adalah 32 hingga 40°F derajat (0-4°C). Sebagai aturan umum, diperlukan tempat yang dingin dan lembab dengan kelembaban sekitar 95%.