Budidaya Seledri

  1. Seledri
    Seledri merupakan tanaman yang sensitif atau mudah mengalami kerusakan sehingga diperlukan pengetahuan mengenai cara menanam seledri. Tanaman ini tumbuh optimal di dataran tinggi, tanah yang banyak mengandung humus berupa tanah lempung berpasir atau lempung berdebu, dan pH tanah 5,6 – 6,7. Berikut cara menanam seledri di lahan tanam sehingga seledri dapat tumbuh subur :
  2. Melakukan Pembibitan
    Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk menanam seledri di lahan tanam yaitu pembibitan. Pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif. Cara generatif dapat dilakukan dengan menggunakan biji seledri.
    Sedangkan cara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan anakan tunas yang berasal dari umbi. Pastikan bibit yang digunakan merupakan bibit dengan kualitas baik.
  3. Mengolah Lahan Tanam
    Lahan yang akan digunakan untuk menanam seledri harus diolah terlebih dahulu agar kondisinya sesuai dengan seledri. Tanah dicangkul hingga gembur lalu dibuat bedengan dengan tinggi minimal 20 cm, lebar 80 – 100 cm, dan jarak antar bedengan 25 -35 cm.
    Kemudian pupuk organik ditaburkan dan diaduk hingga tercampur dengan tanah agar meningkatkan kesuburan dan unsur hara tanah. Pengolahan lahan yang digunakan untuk menanam seledri bertujuan untuk menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
  4. Menyemai Bibit
    Bibit yang telah didapat harus terlebih dahulu disemai agar menghasilkan seledri dengan kualitas baik. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan merendam benih dengan air hangat ±15 menit. Kemudian, benih ditaburkan dalam bedengan penyemaian. Bedengan penyemaian dicampur pupuk dengan perbandingan 1:1.
    Setelah itu, naungi bedengan dengan plastik bening untuk melindungi tanaman dari hujan dan sinar matahari. Tabur benih ke dalam alur garitan yang dibuat di atas bedengan dengan jarak 10 – 20 cm dan kedalaman 0,5 cm. Sirami secara rutin untuk menjaga kelembabannya. Benih dapat dipindah ke dalam lahan tanam ketika sudah berusia ±1 bulan.
  5. Menanam Bibit
    Bibit yang telah menumbuhkan tunas dicabut bersama akarnya secara perlahan dan hati-hati agar tidak merusak akar. Tunas seledri yang telah tercabut kemudian dipindahkan ke lahan tanam dimana 1 lubang tanam berisi 1 seledri.
    Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar seledri tidak mati dan dilakukan penyiraman pada seledri yang telah selesai ditanam. Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah.
    Pemeliharaan Dan Perawatan Seledri Di Lahan Tanam

Perawatan merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga pertumbuhan seledri agar tetap baik. Berikut cara yang dapat dilakukan :

  1. Penyiraman
    Tanaman seledri haruslah rutin disiram untuk menjaga kelembabannya. Penyiraman harus dilakukan secara rutin setiap hari pada pagi dan sore. Bila musim penghujan telah tiba, kurangi intensitas air yang digunakan untuk menyiram tanaman agar tidak terlalu becek. Namun, jika musim kemarau intensitas air dapat diperbanyak agar tanaman tidak kekeringan.
  2. Penyulaman
    Penyulaman merupakan cara yang dilakukan untuk mengganti bibit seledri yang rusak dengan bibit seledri yang baru dan masih baik. Proses ini bertujuan untuk memaksimalkan produksi seledri yang ditanam. Waktu yang baik untuk melakukan penyiangan adalah ketika tanaman berusia ±2 minggu.
  3. Penyiangan
    Penyiangan harus dilakukan ketika disekitar tanaman seledri tumbuh gulma dan rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan seledri. Cara yang dilakukan yaitu dengan mencabutnya secara hati-hati agar tidak merusak seledri yang ditanam. Setelah dilakukan penyiangan, tanah kembali dipupuk agar seledri tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
  4. Pengendalian Hama Dan Penyakit
    Hama dan penyakit yang menyerang seledri tentunya dapat mengganggu pertumbuhan seledri. Beberapa hama yang biasa menyerang seledri yaitu keong, kutu, ulat tanah, dan tungau.
    Sedangkan penyakit yang menyerang seledri diantaranya bercak dan virus yang menyerang tanaman. Dengan menyemprotkan fungisida dan bakterisida tentunya pertumbuhan hama dan penyakit yang menyerang seledri dapat dikendalikan.
  5. Pemanenan Seledri
    Seledri siap untuk dipanen ketika tanaman berusia 1 – 3 bulan. Pemanenan dapat dilakukan seminggu sekali dengan cara mencabut sampai ke akarnya atau hanya memotong batang seledri yang telah siap dipanen. Pemotongan batang dilakukan untuk meninggalkan anakan yang masih muda sehingga dapat menghasilkan seledri baru.

Tinggalkan komentar