Budidaya Pare

  1. Pare

SYARAT TUMBUH TANAMAN PARE
Tanaman pare merupakan tanaman yang mampu beadaptasi dengan lingkungan dan iklim yang ekstrim. Tanaman pare sangat baik ditanam dilahan dengan ketinggian 1 – 1000 mdpl, dengan pH 5-6 dan bersuhu 24 – 27 derajat celcius.

PERSIAPAN LAHAN BUDIDAYA PARE
Lahan terlebih dahulu dibersihkan dari rumput dan gulma liar, kemudian digemburkan dengan cara di bajak atau dengan mencangkul. Buat bedengan dengan lebar 60 – 80 cm dan tinggi 15 – 20 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lahan. Jarak antar bedengan antara 2 – 2,5 m, disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah. Pada lahan yang memiliki tingkat kesuburan tinggi, jarak bedengan dibuat lebih jarang. Karena tanaman pare memiliki karakter dengan percabangan yang sangat banyak.

CARA PEMBERIAN PUPUK DASAR TANAMAN PARE
– Taburkan dolomit/kapur pertanian jika ph dibawah 5,5 sebanyak 50 – 75 kg/400 m2
– Pupuk dasar ditaburkan secara merata diatas bedengan kemudian ditutup/diaduk secara merata dengan tanah
– Pupuk dasar ideal adalah TSP,Kcl dan ZA (Perbandingan 2 : 1 : 1) dengan dosis 15 – 20 kg/400 m2
– Pupuk dasar ditaburkan 10 – 15 hari sebelum tanam, ini dimaksudkan supaya pupuk dingin dan tidak meracuni tanaman.
– Buat lubang tanam (jika menggunakan mulsa) dengan jarak 120 cm – 150 cm.

CARA PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TANAMAN PARE
– Benih bisa langsung ditanam atau disemai terlebih dahulu dengan menggunakan polybag.
– Benih ditanam 1 benih perlubang.
– Taburkan nematisida kemudian benih ditutup dengan tanah tipis -/+ 1 cm.
– Sekitar 8 – 10 hari benih akan tumbuh, segera lakukan penyulaman jika ada tanaman yang mati atau tidak tumbuh.
– Lakukan penyemprotan pestisida untuk mencegah hama pengganggu, misalnya jangkrik dan semut. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari.
– Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi.
– Lanjaran sebaiknya dipersiapkan sebelum penanaman dilakukan. Gunakan tiang lanjaran yang kokoh dan kuat, lanjaran dipasang dengan jarak 2,5 m – 3 m.

PANEN PARE / PARIA
Pemanenan pertama kali pada usia 55 – 60 HST (Hari Setelah Tanam). Selanjutnya bisa dilakukan setiap 2 hari. Buah siap panen adalah buah yang beratnya sudah mencapai sekitar 250 gram.

Tinggalkan komentar